Friday, 10 March 2017

PERKEMBANGAN SEJARAH AKUNTANSI INTERNASIONAL

A. PENDAHULUAN
Akuntansi internasional adalah akuntansi untuk transaksi antar negara, pembandingan prinsip-prinsip akuntansi di negara-negara yang berlainan dan harmonisasi standar akuntansi di seluruh dunia. Perkembangan akuntansi internasional sekarang ini semakin pesat dan perhatian profesi akuntan pun terhadap masalah ini semakin besar. Ada tiga kemungkinan pengertian orang terhadap akuntansi internasional ini.
Pertama, konsep parent-foreign subsidiary accounting atau accounting for foreign subsidiary. Konsep ini yang paling tua. Di sini dianggap bahwa akuntansi internasional hanya menyangkut proses penyusunan laporan konsolidasi dari perusahaan induk dengan perusahaan cabang yang berada diberbagai Negara
Kedua, konsep comperative atau international accounting yang menekankan pada upaya mempelajari dan mencoba memahami perbedaan akuntansi di berbagai Negara. Di sini menyangkut mengakuan terhadap perbedaan akuntansi dan praktik pelaporan, pemgakuan terhadap prinsip dan praktik akuntansi di masing-masing Negara, dan kemapuan untuk mengetahui dampak perbedaan itu dalam pelaporan keuangan. Umumnya pengertian international accounting adalah menggunakan konsep comparative accounting ini.
Ketiga, universal atau world accounting yang berarti merupakan kerangka atau konsep di mana kita memiliki satu konsep akuntansi dunia termasuk didalamya teori dan prinsip akuntansi yang berlaku disemua Negara. Ini merupakan tujuan akhir dari international accounting.
Menurut Belkaoui (1985) beberapa determinan yang mengakibatkan perbedaan tujuan, standar, kebijakan, dan teknik akuntansi adalah :
1. Relativisme budaya
2. Relativisme bahasa
3. Relativisme politik dan sipil
4. Relativisme ekonomi dan penduduk
5. Relativisme hukum dan pajak

Lima determinan inilah yang akan menentukan sistem palaporan dan pengungkapan di masing-masing Negara sehingga menimbulkan beberapa perbedaan antara satu Negara dengan Negara lain. Dengan demikian, diperlukan akuntansi internasional. Belkaoui (1976) mengemukakan adanya relativisme agama dalam akuntansi khususnya agama islam yang memiliki sistem ekonomi dan keuangan tersendiri yang berdampak juga pada laporan keuangannya. Antara bank konvensional dan bank islam, ada beberapa perbedaan prinsipil seperti masalah pengenaan bunga, investasi yang sesuai dengan syariah, produk dana pihak ketiga, pembiayaan yang boleh dilakukan zakat dan sebagianya. Perbedaan ini menimbulkan perbedaan beberapa sistem atau format laporan akuntansi antara akuntansi konvesional dan akuntasi islam.

Untuk mengatasi permasalahan ini Mueller (1976) mengemukakan tiga usul, yaitu sebagai berikut :
1. Setiap perusahaan menyusun laporan keuangan primer dan sekunder
2. Single-Domicile reporting, artinya laporan keuangan disusun menurut standar dari domisili perusahaan tersebut.
3. Laporan keuangan disusun menurut standar internasional.

B. TEORI AKUNTANSI INTERNASIONAL
            
Konsep dari akuntansi universal atau dunia adalah yang paling luas ruang lingkupnya. Konsep ini mengarahkan akuntansi internasioanal menuju formulasi dan studi atas satu kumpulan prinsip-prinsip akuntansi yang diterima secara universal. Tujuannya adalah untuk mendapatkan satu standardisasi lengkap atas prinsip-prinsip akuntansi secara internasional.
Konsep dari akuntansi komparatif atau akuntansi internasional mengarahkan akuntansi internasional kepada studi dan pemahaman atas perbedaan-perbedaan nasional di dalam skuntansi. Hal ini meliputi :
1. Kesadaran akan adanya keragaman internasional di dalam akuntansi perusahaan dan praktik-praktik pelaporan.
2. Pemahaman akan prinsip-prinsip dan praktik-praktik akuntansi dari masing-masing negara.
3. Kemampuan untuk menilai dampak dari beragamnya praktik-praktik akuntansi pada pelaporan keuangan.
Munculnya paradigma baru di dalam akuntansi internasionalmemperluas kerangka kerja dan pemikiran untuk memasukkan ide-ide baru dari akuntansi internasional. Sebagai akibatnya, terbit daftar yang sangat panjang akan konsep-konsep dan teori-teori akuntansi yang dibuat oleh Amenkhienan untuk memasukkan hal-hal sebagai berikut :
1. Teori universal atau dunia
2. Teori multinasional
3. Teori komparatif
4. Teori transaksi-transaksi internasional

C. PEMBAHASAN
            Sejarah akuntansi merupakan sejarah internasional. Kronologi berikuk ini menunjukkan bahwa akuntansi telah meraih keberhasilan besar dalam kemampuanya untuk diterapkan dari satu kondisi ke kondisi lainnya sementara di pihak lain memungkinkan timbulnya pengembangan teres-menerus dalam bidang teori dan praktik di seluruh dunla. Sebagai permulaan, sistem pembukuan berpasangan (doithfe-entru Lookkreping), yang umumnya dianggap sebagai awal penciptaaa akuntansi seperti yang kita ketahui selama ini, berawal dari negam-negah kota di Italia pida abad ke-14 dan 15.
            Perkernbangannya didorong oleh pertumbuhan perdagangan intemasional di Italia Utara selama masa akhir abad pertengahan dan keinginan pemerintah untuk menemukan cara dalam mengenakan pajak terhadap transaksi komersial. ”Pembukuan Italia” kemudian berilih ke Jerman untuk membantu para pedagang pada zaman Fugger dan Kelompok Hanseatik. Pada waktu yang hampir bersamaan, para filsuf hitvis di Belanda mempertajam cara menghitung pendapatan periodik dan aparat pemerintah di Prancis menemukan keuntungan menerapkan keseluruhan sistem dalam perencanaan dan akuntabilitas pemerintah. 
            Perkembangan Inggris Raya menciptakan kebutuhan yang tak terelakkan lagi bagi kepentingan komersial Inggris untuk mengelola dan mengendalikan perusahaan di daerah koloni, dan untuk pencatatan perusahaan kolonial mereka yang akan diperiksa ulang dan diverifikasi. Kebutuhan-kebutuhan mi menyebabkan tumbuhnya masyarakat akuntansi pada tshun 1850-an dan suatu profesi akuntansi publik yang terorganisasi di Skotlandia dan Inggris selama tahun 1870-an. Paktik akuntansi laggris memyebar luas tidak hanya di seluruh Amerika Utara, tetapi juga di seluruh wilayah Persemakmuran Inggris yang ada waktu itu.
Perkembangan pembukuan pencatatan berpasangan. Perkembangan tersebut meliputi hal-hal berikut ini :
1. Sekitar abad ke-16 terjadi beberapa perubahan di dalam teknik-teknik pembukuan. Perubahan yang patut dicatat adalah diperkenalkan jurnal-jurnal khusus untuk pencatatan berbagai jenis transaksi yang berbeda.
2. Pada abad ke-16 dan 17 terjadi evolusi pada praktik laporan keuangan periodik. Sebagai tambahan lagi, di abad ke-17 dan abad ke-18 terjadi evolusi pada personifikasi dari seluruh akun dan transaksi, sebagai suatu usaha untuk merasionalisasikan aturan debit dan kredit yang digunakan pada akun-akun yang tidak pasti hubungannya dan abstrak.
3. Penerapan sistem pencatatan berpasangan juga diperluas ke jenis-jenis organisasi yang lain.
4. Abad ke-17 juga mencatat terjadinya penggunaan akun-akun persediaan yang terpisah untuk jenis barang yang berbeda.
5. Dimulai dengan East India Company di abad ke-17 dan selanjutnya diikuti dengan perkembangan dari perusahaan tadi, seiring dengan revolusi industri, akuntansi mendapatkan status yang lebih baik, yang ditunjukkan dengan adanya kebutuhan akan akuntansi biaya, dan kepercayaan yang diberikan kepada konsep-konsep mengenai kelangsungan, periodisitas, dan akrual.
6. Metode-metode untuk pencatatan aktiva tetap mengalami evolusi pada abad ke-18.
7. Sampai dengan awal abad ke-19, depresiasi untuk aktiva tetap hanya diperhitungkan pada barang dagangan yang tidak terjual.
8. Akuntansi biaya muncul di abad ke-19 sebagai sebuah hasil dari revolusi industri.
9. Pada paruh terakhir dari abad ke-19 terjadi perkembangan pada teknik-teknik akuntansi untuk pembayaran dibayar di muka dan akrual, sebagai cara untuk memungkinkan dilakukannya perhitungan dari laba periodik.
10. Akhir abad ke-19 dan ke-20 terjadi perkembangan pada laporan dana.
11. Di abad ke-20 terjadi perkembangan pada metode-metode akuntansi untuk isu-isu kompleks, mulai dari perhitungan laba per saham, akuntansi untuk perhitungan bisnis, akuntansi untuk inflasi, sewa jangka panjang dan pensiun, sampai kepada masalah penting dari akuntansi sebagai produk baru dari rekayasa keuangan (financial engineering).

D. KESIMPULAN

            Akuntansi Internasional merupakan akuntansi untuk transaksi internasional, perbandingan prinsip akuntansi antarnegara yang berbeda dan harmonisasi berbagai standar akuntansi dalam bidang kewenangan pajak, auditing dan bidang akuntansi lainnya. Akuntansi harus berkembang agar mampu memberikan informasi yang diperlukan dalam pengambilan keputusan di perusahaan pada setiap perubahan lingkungan bisnis.

SUMBER :

Monday, 2 May 2016

TUGAS 2 BAHASA INGGRIS BISNIS 2


Exersice 6 : Simple Present and Present Progressive

The Question for Exercise 6 Are:
1. Something  _______ (smell) very good.
2. We _______(eat) dinner at seven o’clock tonight.
3. He _______(practice) the piano every day.
4. They ______(drive) to school tomorrow.
5. I ______(believe) you.
6. Maria ______have) a cold.
7. Jorge ______(swim) right now.
8. John ______(hate) smoke
9. Jill always ______(get) up at 6:00 A.M
10. Jerry ______(mow) the lawn now.

The Answers Are :
1. Something smells very good.
2. We are eating dinner at seven o'clock tonight.
3. He practices the piano every day.
4. They are driving to school tomorrow.
5. I believe you.
6. Maria have a cold.
7. Jorge is swimming right now.
8. John hates smoke.
9. Jill always gets up at 6:00 A.M.
10. Jerry is mowing the lawn now.


Exersice 7 : Simple Past Tense and Past Progressive

The Question for Exercise 7 Are:
1. Gene ______(eat) dinner when his friend called.
2. While Maria was cleaning the apartment, her husband ______(sleep).
3. At three o’clock this morning, Eleanor ______(study).
4. When Mark arrived, the Johnsons ______(have) dinner, but they stopped in order to talk to him.
5. John ______(go) to France last year.
6. When the teacher ______(enter) the room, the students were talking.
7. While Joan was writing the report, Henry ______(look) for more information.
8. We ______(see) this movie last night.
9. At one time, Mr. Roberts ______(own) this building.
10. Jose ______(write) a letter to his family when his pencil ______(break).

The Answers Are :
1. Gene was eating dinner when his friend called.
2. While Maria was cleaning the apartment, her husband was sleeping.
3. At three o'clock this morning, Eleanor was studying.
4. When Mark arrived, the Johnsons was having dinner, but they stopped in order to talk to him.
5. John went to France last year.
6. When the teacher entered the room, the students were talking.
7. While Joan was writing the report, Henry was looking for more information.
8. We saw the movie last night.
9. At one time, Mr. Roberts owned the building.
10. Jose was writing a letter to his family when his pencil broke.


Exersice 8 : Present Perfect and Simple Past

The Question for Exercise 8 Are:
1. John ______(write) his report last night.
2. Bob ______(see) this movie before.
3. Jorge ______(read) the newspaper already.
4. Mr. Johnson ______(work) in the same place for thirty-five years, and he is not planning to retire yet.
5. We ______(begin; negative) to study for the test yet.
6. George ______(go) to the store at ten o'clock this morning.
7. Joan ______(travel)  around the world.
8. Betty ______(write) a letter last night.
9. Guillermo ______(call) his employer last night.
10. We ______(see; negative) this movie yet.

The Answers Are :
1. John wrote his report last night.
2. Bob has seen this movie before.
3. Jorge has already read the newspaper.
4. Mr. Johnson has worked in the same place for thirty-five years, and he is not planning to retire yet.
5. We haven't begun to study for the test yet.
6. George has gone to the store at ten o'clock this morning.
7. Joan has traveled around the world.
8. Betty wrote a letter last night.
9. Guillermo called his employer yesterday.
10. We haven't seen this movie yet.

Sunday, 27 March 2016

Suka Duka Mahasiswa Akuntansi Gunadarna With Simple Present Tense

Hello guys! Now, i want to tell you something about my ups and down as an accounting student at the Gunadarma University. I choose accounting major because my basic knowledge in the high school tell about some accounting lesson. My first class in accounting major is 1EB10, it's a good class with a good friends sometime we play football together and sometime we study in a group together. This class is the basic class to learn an accounting lesson, the lecturers is very good to teach us, My next year class is 2EB02 this is the intermediate class, the people in 2EB02 class is not the same as 1EB10, many people is attended to other class, so 2EB02 class is my new friends, in the first place can't fit well in the class, but slowly i'm getting used to this class now. 

In the stage 2 (there are 4 stage) of my college, I trying to became a assistant laboratory. It's difficult when i study and spare my time to become assistant, with this i don't have time to study and going out with my friends, but i know this is the risk when i became assistant. I always go home late when i became a assistant, but the experience in the laboratory is very important, at laboratory i meet the upperclassman and i get many information about college in the organization it's very important to build a relation, you know its useful to you for getting many information about news from university.

Now, I'am in the stage 3 and my class is changed to 3EB02 the people is the same as 2EB02, I'am glad to have friends in this class i hope we can graduated together with this class, now everybody should finish their scientific work and me too. This is the first regulation if i want to be graduated. I should work hard to finish my work and manage time with a assistant job.

That is my ups and down as an accounting student, in my English writing there is too many false grammar a lot, so thank you for reading my story and i hope you like it and see you again with my next story! thanks.     

Thursday, 19 November 2015

TUGAS SOFTSKILL 2

1. Contoh Karangan ilmiah 500 Kata

Bagi Anda yang menggunakan Whatsapp mungkin pernah mendengar kisah sukses penciptanya Jan Koum; bermula dari sebuah ide untuk menciptakan aplikasi komunikasi yang menguntungkan sekaligus bisa digunakan siapa saja yang punya nomor ponsel, Koum menciptakan Whatsapp pada tahun 2009. Idenya sendiri sederhana, yaitu berawal dari kekesalannya akan berbagai platform komunikasi serta sosial media yang mengharuskan pembuatan akun dan kata kunci, padahal ia termasuk payah dalam hal mengingat-ingat sederet kata kunci tersebut. Akhirnya, ia pun memutuskan membuat platform komunikasi yang hanya mengharuskan seseorang untuk punya nomor ponsel.



Tren Membuat Website Sosial Media Sendiri

Sosial media kini tak hanya didominasi Facebook dan Twitter; kini, banyak orang membuat situs sosial media mereka sendiri Teknologi komputasi awan (cloud computing) memungkinkan orang untuk membuat sosial media atau aplikasi komunikasi masal yang menghubungkan banyak orang sekaligus lewat media internet. Akhirnya, banyak orang yang kemudian membuat website sosial media sendiri, tidak terbatas pada yang sudah ada seperti Facebook dan Twitter. Hal ini bisa dilihat pada munculnya website seperti Bebo di Irlandia dan Inggris, Hi5 di Cina serta Orkut di Brazil, dimana ketiganya merupakan website yang dirancang untuk memenuhi demografi tertentu di suatu negara atau minimal memberi akses ke sosial media pada orang lokal yang ingin berinteraksi dalam platform yang juga bernuansa lokal.



Membuat website sosial media sendiri bahkan bisa menjadi bisnis yang menguntungkan, dimana jika rencana bisnis Anda baik, Anda bisa menjual website tersebut pada pihak yang bersedia memberi harga lebih baik, terutama jika Anda tidak berencana mengelolanya dalam waktu lama atau sadar bahwa website Anda pada akhirnya akan menemui titik jatuhnya. Misalnya, Jan Kouman yang baru-baru ini menjual platform Whatsapp pada Facebook. Jika konsep website Anda cukup berharga, perusahaan IT yang kelasnya lebih besar daripada Anda bisa jadi akan tertarik membeli. Hal ini bahkan menjadi tujuan dari para pembuat website sosial media; buat website dengan konsep cukup menarik, dan setelah mencapai popularitas tinggi, jual dengan harga mahal.



Trik Membuat Website Sosial Media

Salah satu tantangan dalam membuat website sosial media adalah menemukan tema yang bakal laris untuk website tersebut. Misalnya, jika Anda berencana membuat website sosial media sendiri, Anda sebaiknya memikirkan sesuatu yang bisa menarik pemakai secara efektif, dan bukan sesuatu yang generik. Jika konsep sosial media Anda terlalu generik (hanya mempertemukan orang), situs Anda pasti akan tenggelam di antara ribuan situs lainnya. Facebook dan Twitter telah menjadi pemain lama, dan Instagram serta Pinterest mengadopsi konsep sosial media berdasarkan media gambar, namun Anda masih bisa mengadopsi taktik lain.



Contohnya, Anda mungkin bisa membuat situs sosial media berdasarkan suatu minat atau komunitas, misalnya sosial media khusus para penggemar olahraga ekstrem, sosial media khusus penggemar traveling atau wisata kuliner, sosial media khusus orang Indonesia di luar negeri, dan sebagainya. Adanya elemen daya tarik lokal juga membantu memberi warna khusus pada sosial media Anda, seperti halnya Orkut atau Hi5 yang merupakan alternatif lokal di Brazil dan Cina untuk Facebook. Daya tarik mereka adalah adanya unsur lokal yang mampu menarik pengguna lokal dengan kegemaran serta ciri khas khusus.



Situs sosial media yang menarik merupakan potensi startup bernilai jutaan dolar, dan Anda bisa mengembangkannya menjadi besar atau menjualnya segera setelah situs Anda mulai sukses. Hal ini untuk memberi Anda keuntungan besar jika Anda memang tidak berniat mengelolanya sendiri untuk ke depannya. Akan tetapi, pastikan perusahaan IT ternama akan tertarik untuk membelinya, dengan cara menyelipkan konsep istimewa yang potensial untuk mendatangkan keuntungan ke depan.



2. Analisis Karangan Ilmiah Secara Induktif atau Deduktif



Pada paragraf pertama artikel di atas dapat diketahui bahwa penulisannya secara induktif karena paragraf tersebut mempunyai gagasan utama di akhir paragraf yang merupakan akibat dari kekesalan penemu whatsapp yang berujung pada penciptaan aplikasi tersebut.



Pada paragraf kedua penulisannya berfikir secara deduktif. Mengapa demikian? karena diawali dengan kalimat "Sosial media kini tak hanya didominasi Facebook dan Twitter" yang merupakan pokok pikiran utama, pada kalimat selanjutnya paragraf ini akan menjelaskan tentang facebook dan twitter, maka dari itu dalam paragraf ini di tulis dari umum ke khusus yang merupakan ciri paragraf deduktif



Secara keseluruhan artikel diatas berfikir secara deduktif karena gagasan utama dari artikel diatas adalah ide penciptaan aplikasi whatsapp yang menciptkan tren dan trik untuk membuat aplikasi media sosial yang bisa dikembangkan.



3. Metode Ilmiah

Metode ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.

Unsur utama metode ilmiah adalah pengulangan empat langkah berikut:

Karakterisasi (pengamatan dan pengukuran)
Hipotesis (penjelasan teoretis yang merupakan dugaan atas hasil pengamatan dan pengukuran)
Prediksi (deduksi logis dari hipotesis)
Eksperimen (pengujian atas semua hal di atas)



4. Manfaat mempelajari metode ilmiah

Metode ilmiah merupakan proses berpikir untuk memecahkan masalah

Metode ilmiah berangkat dari suatu permasalahan yang perlu dicari jawaban atau pemecahannya. Proses berpikir ilmiah dalam metode ilmiah tidak berangkat dari sebuah asumsi, atau simpulan, bukan pula berdasarkan  data atau fakta khusus. Proses berpikir untuk memecahkan masalah lebih berdasar kepada masalah nyata. Untuk memulai suatu metode ilmiah, maka dengan demikian pertama-tama harus dirumuskan masalah apa yang sedang dihadapi dan sedang dicari pemecahannya. Rumusan permasalahan ini akan menuntun proses selanjutnya.

Dengan adanya sikap dan metode ilmiah akan menghasilkan penemuan-penemuan yang berkualitas tinggi dan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan manusia. Beberapa kegunaan metode ilmiah dalam kehidupan manusia antara lain :

  • Membantu memecahkan permasalahan dengan penalaran dan pembuktian yang memuaskan.
  • Menguji hasil penelitian orang lain sehingga diperoleh kebenaran yang objektif.
  • Memecahkan atau menemukan jawaban rahasia alam yang sebelumnya masih teka teki.
  • Sintesis dari sebuah tulisan
5. Sintesis sebuah tulisan


Sintesis diartikan sebagai komposisi atau kombinasi bagian-bagian atauelemen-elemen yang membentuk satu kesatuan. Selain itu, sintesis juga diartikansebagai kombinasi konsep yang berlainan menjadi satu secara koheren, dan penalaran induktif atau kombinasi dialektika dari tesis dan antitesis untukmemperoleh kebenaran yang lebih tinggi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

(2003) sintesis diartikan sebagai “paduan berbagai pengertian atau hal sehingga merupakan kesatuan yang selaras atau penentuan hukum yang umum berdasarkan hukum yang khusus.” Pengertian ini sejalan dengan pendapat Kattsoff (1986) yang menyatakan bahwa maksud sintesis yang utama adalah mengumpulkansemua pengetahuan yang dapat diperoleh untuk menyusun suatu pandangan dunia.


SUMBER



https://deaayumadhafiransyah.wordpress.com/2015/05/

Sunday, 11 October 2015

PENALARAN BERSIFAT ILMIAH

A. PENALARAN

Sesuai dengan kodratnya, manusia dibekali dengan hasrat ingin tahu. Hasrat ingin tahu dalam diri manusia akan selalu memunculkan berbagai macam pertanyaan. Sebagai akibatnya, manusia juga selalu berusaha mencari jawaban terhadap pertanyaan yang muncul tadi. Hasrat ingin tahu tersebut akan terpenuhi apabila manusia memperoleh pengetahuan baru atau mampu memecahkan masalah sebagai jawaban atas pertanyaan-pertanyaan sendiri.

Biasanya manusia selalu berpikir jika berhadapan dengan banyak permasalahan. Akan tetapi, tidak semua masalah membuat kita terdorong untuk memikirkannya secara sungguh-sungguh. Kegiatan berpikir tentang sesuatu secara sunguh-sungguh dan logis inilah yang disebut Penalaran.

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.

B. PENALARAN ILMIAH

Menurut Widjono, (2007 : 210), unsur penalaran penulisan ilmiah adalah sebagai berikut:

  • Topik yaitu ide sentral dalam bidang kajian tertentu yang spesfik dan berisi sekurang-kurangnya dua variabel.
  • Dasar pemikiran, pendapat, atau fakta dirumuskan dalam bentuk proposisi yaitu kalimat pernyataan yang dapat dibuktikan kebenaran dan kesalahannya.
  • Proposisi adalah pernyataan yang lengkap dalam bentuk subyek dan predikat yang membentuk kalimat.
  • Proses berpikir ilmiah yaitu kegiatan yang dilakukan secara sadar, teliti, dan terarah menuju suatu kesimpulan.
  • Logika yaitu metode pengujian ketepatan penalaran, penggunaan argumen (alasan), argumentasi (pembuktian), fenomena, dan justifikasi (pembenaran).
  • Sistematika yaitu seperangkat proses atau bagian-bagian atau unsur-unsur proses berpikir ke dalam suatu kesatuan.
  • Permasalahan yaitu pertanyaan yang harus dijawab (dibahas) dalam karangan.
  • Variabel yaitu unsur satuan pikiran dalam sebuah topik yang akan dianalisis.
  • Analisis (penguraian) dilakukan dengan mengidentifikasi, mengklasifikasi, mencari hubungan (korelasi), membandingkan, dan lain-lain.
  • Pembuktian (argumentasi) yaitu proses pembenaran bahwa proposisi itu terbukti kebenarannya atau kesalahannya. Selain itu, pembuktian didukung pula dengan data yang mencukupi, fakta, contoh, dan hasil analisis yang akurat.
  • Hasil yaitu akibat yang ditimbulkan dari sebuah analisis induktif atau deduktif.
  • Kesimpulan yaitu hasil pembahasan, dapat berupa implikasi atau inferensi.


C. GAGASAN BERSIFAT ILMIAH

Gagasan ilmiah merupakan satu gambaran ide kreatif, yang disajikan dalam bentuk operasional dan ilmiah, yang mengandung unsur penemu-kenalan masalah ilmiah, upaya pensolusian masalah, dan upaya transfer gagasan kepada masyrakat sasaran. (Sadra, 2005) Secara etimologis, gagasan memiliki pengertian sebagai hasil pemikiran atau ide. Sedangkan ilmiah adalah bersifat ilmu, secara ilmu pengetahuan serta memenuhi syarat ilmu pengetahuan.

Berikut ini adalah salah satu contoh gagasan ilmiah :

Fenomena Anak Autistik di Indonesia dan Pemahaman Orangtua

Orangtua anak-anak penderita autistik berbeda-beda, ada orangtua yang kurang memperhatikan kebutuhan anaknya secara mendetail, adapula orangtua yang memenuhi kebutuhan anaknya seperti makanan yang harus benar-benar dijaga, pola pengasuhan yang diterapkan , termasuk kebutuhan untuk terapi. Selain faktor perhatian, faktor ekonomi juga sangat berpengaruh. Terapi untuk anak autistik seperti terapi lumba-lumba atau terapi wicara tidaklah murah. Kesenjangan ekonomi di Indonesia membuat orangtua anak-anak penderita autistik tidak melanjutkan terapi yang dilakukan. Namun, ada pula orangtua yang sangat memperhatikan anaknya, hingga melakukan terapi ke luar negeri. Hal inilah yang menjadi sorotan kami. Penanggulangan anak autistik juga bisa dilakukan di negeri sendiri salah satunya dengan terapi makanan.

D. PERBEDAAN CARA BERPIKIR INDUKTIF DAN DEDUKTIF

  • Berpikir Deduktif


Deduksi berasal dari bahasa Inggris deduction yang berarti penarikan kesimpulan dari keadaan-keadaan yang umum, menemukan yang khusus dari yang umum. Deduksi adalah cara berpikir yang di tangkap atau di ambil dari pernyataan yang bersifat umum lalu ditarik kesimpulan yang bersifat khusus. Penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya mempergunakan pola berpikir yang dinamakan silogismus.

Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.

  • Berpikir Induktif


Induksi adalah cara mempelajari sesuatu yang bertolak dari hal-hal atau peristiwa khusus untuk menentukan hukum yang umum. Induksi merupakan cara berpikir dimana ditarik suatu kesimpulan yang bersifat umum dari berbagai kasus yang bersifat individual. Penalaran secara induktif dimulai dengan mengemukakan pernyataan-pernyataan yang mempunyai ruang lingkup yang khas dan terbatas dalam menyusun argumentasi yang diakhiri dengan pernyataan yang bersifat umum(filsafat ilmu.hal 48 Jujun.S.Suriasumantri Pustaka Sinar Harapan. 2005)

Penalaran ilmiah pada hakikatnya merupakan gabungan dari penalaran deduktif dan induktif. Dimana lebih lanjut penalaran deduktif terkait dengan rasionalisme dan penalaran induktif dengan empirisme. Secara rasional ilmu menyusun pengetahuannya secara konsisten dan kumulatif, sedangkan secara empiris ilmu memisahkan antara pengetahuan yang sesuai fakta dengan yang tidak. Karena itu sebelum teruji kebenarannya secara empiris semua penjelasan rasional yang diajukan statusnya hanyalah bersifat sementara, Penjelasan sementara ini biasanya disebut hipotesis.

Hipotesis ini pada dasarnya disusun secara deduktif dengan mengambil premis-premis dari pengetahuan ilmiah yang sudah diketahui sebelumnya, kemudian pada tahap pengujian hipotesis proses induksi mulai memegang peranan di mana dikumpulkan fakta-fakta empiris untuk menilai apakah suatu hipotesis di dukung fakta atau tidak. Sehingga kemudian hipotesis tersebut dapat diterima atau ditolak.

Maka dapat disimpulkan bahwa penalaran deduktif dan penalaran induktif diperlukan dalam proses pencarian pengetahuan yang benar.


E. PERBEDAAN KARANGAN ILMIAH DAN NON ILMIAH

Bahwa yang dimaksud karya ilmiah adalah suatu karangan yang berdasarkan penelitian yang ditulis secara sistematis, berdasarkan fakta di lapangan, dan dengan menggunakan pendekatan metode ilmiah. Sedangkan, karya non-ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa digunakan (tidak terlalu formal).


Ciri- ciri karangan ilmiah :

  1. Objektif.
  2. Netral.
  3. Sistematis.
  4. Logis.
  5. Menyajikan fakta (bukan emosi atau perasaan).
  6. Tidak Pleonastis
  7. Bahasa yang digunakan adalah ragam formal.

Ciri-ciri karangan non ilmiah :

  1. ditulis berdasarkan fakta pribadi,
  2. fakta yang disimpulkan subyektif,
  3. gaya bahasa konotatif dan populer,
  4. tidak memuat hipotesis,
  5. penyajian dibarengi dengan sejarah,
  6. bersifat imajinatif,
  7. situasi didramatisir,
  8. bersifat persuasif.
  9. tanpa dukungan bukti


SUMBER :
 http://febrianiega.blogspot.co.id/2015/03/pengertian-penalaran-deduksi-dan-induksi_28.html
http://dwikartikasari-18211665.blogspot.co.id/2014/03/konsep-penalaran-ilmiah-dalam-kaitannya.html
https://hasanaguero.wordpress.com/2012/05/14/berpikir-induktif-dan-deduktif/
http://baddaysp.blogspot.co.id/2013/04/perbedaan-karangan-ilmiah-dan-non-ilmiah.html